AIR SENI JADI BAHAN ENERGI LISTRIK
Peter Walters, peneliti dari University of the West of England, yang baru saja menciptakan robot ramah lingkungan generasi keempat, EcoBots, menggunakan urin untuk menjalankan robotnya. "Di masa depan, kami berharap robot-robot bisa dijalankan dengan bahan bakar dari WC umum atau urinal," jelas Walters seperti dikutip LiveScience, Senin (11/11/2013).
Selama ini Walters dan rekannya selalu membuat robot yang dijalankan dengan bahan bakar bahan-bahan busuk seperti bangkai serangga, lumpur, dan limbah. Tim peneliti menggunakan mikroba yang dapat mengubah bahan-bahan tersebut menjadi sumber listrik. Mikroba yang sering ditemui pada usus manusia atau pembuangan limbah pabrik ini akan mencerna limbah atau urin tersebut dan menghasilkan elektron. Dari elektron itulah sebuah alat bernama sel bahan bakar mikroba mengumpulkan elektron-elektron untuk menjadikannya sumber daya.
Tak hanya robot, para peneliti asal Inggris ini juga telah menguji coba dan terbukti, sel bahan bakar mikroba dapat mengisi daya ponsel pintar dengan bahan bakar air seni.
Sampai saat ini tim masih melakukan berbagai pengembangan pada alat untuk memaksimalkan pengubahan air seni menjadi sumber energi. Tim juga tengah membuat sebuah pompa serta tangki penyimpanan air seni yang tersambung dengan WC umum untuk mengubahnya jadi sumber energi.
sumber : okezone (amr)
10 Teknologi Navigasi di Ponsel
Namun, lama kelamaan, perangkat navigasi ini dimusuhi oleh pengguna smartphone karena mengancam privasi.
Seth Schoen, staf teknologi senior di Yayasan Electronic Frontier mengatakan, perangkat navigasi di smartphone dapat berbahaya bagi keselamatan individu. Privasi yang terbuka lebar mampu meningkatkan keinginan pihak tertentu untuk menguntit atau melakukan penculikan.
Namun, nyatanya, banyak pula pengguna smartphone yang memanfaatkan sistem navigasi ini dan tidak merasa hidupnya terganggu atau terancam.
Navigasi digunakan untuk bermain game, untuk beraktivitas di jejaring sosial dengan menunjukkan keberadaan dirinya, atau untuk membantu mencari alamat ketika berada di tempat baru.
Berikut ini adalah 10 teknologi dengan sistem yang berbeda, yang telah diterapkan ataupun yang sedang dikembangkan di smartphone.
GPS
Global Positioning System (GPS) pertama kali dibangun oleh Departemen Pertahanan AS diperkenalkan pertama kali pada smartphone di akhir 1990-an. Saat ini GPS dikenal sebagai cara terbaik untuk menemukan lokasi di luar ruangan.
GPS menggunakan konstelasi satelit yang mengirimkan lokasi dan data waktu dari ruang angkasa ke ponsel. Jika ponsel bisa menerima sinyal dari tiga satelit, maka keberadaan ponsel akan tampak pada sebuah peta datar, sekaligus menunjukkan elevasi.
Beberapa negara sudah mulai mencoba membuat sistem yang mirip dengan sistem GPS. Misalnya GLONASS Rusia dan kompas China yang sedang dalam uji coba. Galileo di Eropa dan Quasi Zenith di Jepang juga memanfaatkan satelit untuk navigasi.
Assisted GPS
GPS bekerja dengan baik jika ponsel menemukan tiga atau empat satelit, namun menutuhkan waktu yang lama. GPS kadang tidak dapat bekerja ketika pengguna smartphone berada di dalam ruangan atau tempat yang memantulkan sinyal satelit. Assisted GPS memberikan beberapa tools yang membantu mempercepat kerja GPS.
Ketika pertama kali menemukan satelit, maka pengguna smartphone harus men-download informasi dimana mereka akan berada dalam 4 jam ke depan. Informasi ini dibutuhkan oleh ponsel untuk tetap terhubung dengan satelit.
Jika GPS full service telah terpasang di ponsel, maka waktu untuk startup GPS akan dipangkas, dari 45 detik menjadi 15 detik. Carrier juga bisa mengirim data menggunakan jaringan Wi-Fi, yang lebih cepat dari satelit.
Synthetic GPS
Teknologi synhethic GPS menggunakan daya komputasi untuk menemukan lokasi satelit beberapa hari hingga beberapa minggu ke depan. Teknologi ini akan memudahkan GPS menemukan satelit ketika dibutuhkan. Roy Machabee dari RX mengatakan, dengan synthetic GPS, maka ponsel hanya akan membutuhkan 2 detik untuk menemukan satelit ketika dibutuhkan.
Cell ID
Operator telepon seluler menggunakan teknologi ini untuk menemukan ponsel tanpa menggunakan GPS. Cell ID mencari lokasi ponsel dengan melacak menara terdekat dengan ponsel.
Operator bisa menggunakan database untuk mengidentifikasi lokasi dan nomor ponsel, dari masing-masing sektor dan Base Tranceiver Station (BTS).
Wi-Fi
Teknologi Wi-Fi bisa lebih cepat mengetahui keberadaan sebuah ponsel dibandingkan teknologi Cell ID, karena cakupan Wi-Fi yang berada salam wilayah yang kecil.
Ada dua cara Wi-Fi menemukan ponsel, yakni dengan RSSI (Received Signal Strength Indication) dan dengan Wireless Fingerprinting.
RSSI melacak keberadaan ponsel dengan memanfaatkan kekuatan sinyal ponsel, sedangkan Wireless Fingerprinting melacak keberadaan ponsel dengan merekam frekuensi keberadaan ponsel.
Jika sebuah ponsel sering berada di lokasi Wi-Fi, maka sistem Wi-Fi akan lebih mudah mengidentifikasi ponsel tersebut, dibandingkan ponsel yang belum pernah masuk ke lokasi Wi-Fi tersebut.
Inertial Sensors
Jika ponsel berada dalam sebuah lokasi yang tidak memiliki sistem wireless, maka sensor ponsel akan tetap merekam lokasi ponsel dengan menggunakan sensor inersial.
Setidaknya, sebuah ponsel memiliki 3 sensor inersial, yakni kompas (atau magnetometer), Accelerometer, dan Giroskop.
Kompas (atau magnetometer) digunakan untuk menentukan arah, Accelerometer untuk melaporkan seberapa cepat ponsel bergerak ke sebuah arah, dan Giroskop untuk melacak gerakan berputar. Namun, sensor ini hanya berfungsi dalam waktu yang terbatas.
Barometer
Beberapa smartphone telah memiliki chip yang dapat mendeteksi tekanan udara. Untuk menggunakannya, ponsel harus melakukan pull down data cuaca lokal atau angka baseline pada teknaan udara dan kondisi di dalam bangunan, seperti pemanas atau AC.
Kondisi dalam ruangan seperti pemanas atau AC dapat mempengaruhi akurasi sensor. Barometer bisa dikombinasikan dengan perangkat lainnya seperti GPS dan Wi-Fi. Barometer akan berguna untuk mengelevasi ketika sinyal satelit terhalang gedung.
Ultrasonic
Beberapa pusat perbelanjaan telah menerapkan teknologi ultrasonic di pintu toko untuk mendeteksi smartphone. Pembelanja yang terdeteksi oleh alat ini akan memperoleh poin yang dapat ditukarkan dengan hadiah tertentu.
Sebelumnya pengguna smartphone harus menginstal aplikasi Shopkick terlebih dahulu agar terdeteksi oleh ultrasonic.
Bluetooth Beacons
Alat ini dapat berkomunikasi dengan Bluetooth 4.0 versi terbaru yang terdapat pada ponsel. Konsep yang hampir mirip dengan fingerprint, membuat alat ini mampu memanfaatkan sinyal dan jaringan ponsel untuk mengidentifikasi keberadaan smartphone.
Jika pengguna smartphone mendekati produk tertentu di sebuah toko, maka promosi dari produk tersebut akan terkirim ke ponsel.
Terrestrial Transmitters
Sebuah perusahaan startup Australia, Locata, sedang melakukan uji coba untuk mengatasi keterbatasan GPS. Perusahaan ini membuat pemancar di suatu lokasi yang menggunakan prinsip sama dengan GPS.
Karena sinyal yang kuat dari pemancar inilah, radio Locata bisa mendeteksi keberadaan smartphone lebih cepat daripada GPS yang mengandalkan satelit.
Sumber :Computer World
Astronom Ungkap Peta Alam Semesta
Pernahkah Anda membayangkan seperti apa gambaran alam semesta? Ini mungkin terlalu kompleks. Namun, para astronom Inggris berhasil membuat terobosan: memetakan alam semesta secara tiga dimensi.
Adalah para ilmuwan dari University Portsmouth yang membuat peta 2MASS Redshift Survey (2MRS) yang mencakup jarak 380 juta tahun cahaya, 45.000 galaksi tetangga. Untuk diketahui diameter Galaksi Bima Sakti saja sepanjang 100.000 juta tahun cahaya.
Ini adalah peta alam semesta tiga dimensi yang paling baru dan lengkap -- mengungkap detail terbaru tentang posisi kita di alam semesta.
"Saya berbicara atas keinginan kita semua untuk memahami tempat kita di alam semesta," kata Karen Masters dari University of Portsmouth, seperti dimuat FOXnews, 25 Mei 2011 . Tapi pekerjaan masih panjang. "Saya tak akan gembira jika kita tak punya peta Bumi yang lengkap. (Demikian pula dengan peta semesta), akan menyenangkan bila kita memiliki yang lengkap."
Peta terbaru ini menggunakan data dari Two-Micron All-Sky Survey (2MASS) Redshift Survey (2MRS) yang membutuhkan waktu 10 tahun untuk memindai langit malam, lengkap denan cahaya mendekati inframerah. Survei ini menggunakan dua teleskop di Bumi yang berada di Observatorium Fred Lawrence Whipple, di Mount Hopkins, Arizona dan Cerro Tololo Inter-American Observatory di Chile.
Survei ini juga memetakan secara detail area yang sebelumnya tersembunyi di balik Galaksi Bima Sakti untuk lebih memahami pengaruh gerakan mereka terhadap bagian alam semesta lain.
Sumber : vivanews
5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap
Lahir di Ohio pada 1847, Edison adalah seorang pengusaha sekaligus ilmuwan dan penemu besar Amerika Serikat yang memiliki begitu banyak hasil penelitian. Ia juga pendiri 14 perusahaan termasuk General Electric.
Edison telah mematenkan lebih dari 1000 penemuannya di AS. Hasil penelitian besarnya meliputi lampu bohlam, ponograf (gramofon), kamera bergerak, dan dinamo.
Namun, ada pula penemuan-penemuan yang tak terungkap oleh publik. Situs Gearlog mencatat setidaknya ada lima penemuan Edison yang belum begitu banyak diketahui orang.
1. Mesin suara (1868)
Jauh sebelum Amerika menggunakan mesin diebold untuk penghitungan suara, Edison sudah menawarkan alat hasil temuannya bernama Vote Recorder. Alat ini menghitung suara dengan model pertanyaan Ya atau Tidak.
Sayangnya, mesin penghitung suara ini memiliki waktu proses yang lambat. Sampai-sampai salah seorang Ketua Komite Kongres berkata, "Bila ada sebuah penemuan di bumi ini yang tidak kita inginkan, mesin inilah dia," katanya.
2. Boneka Bicara (1877)
Tak hanya menemukan fonograf, Edison juga membesut sebuah versi miniatur dari pemutar musik itu, yang kemudian ditempatkan di dalam sebuah boneka.
Fonograf itu kemudian bisa memainkan rekaman sajak untuk anak-anak, sehingga boneka itu seolah-olah berbicara.
3. Baterai untuk Mobil Listrik (1880)
Saat Edison memperkenalkan baterai nikel-besi, ia kemudian memimpikan untuk membuat mobil listrik. Beberapa pembuat mobil seperti Detroit Electric dan Baker Electric, kemudian mengadopsi teknologi yang diperkenalkan Edison itu.
Namun, belakangan dalam sebuah pesta makan malam, Henry Ford memberikan sebuah catatan kecil kepada Edison berbunyi "Mobil listrik telah mati." Setelah itu, perkataan itu terbukti kebenarannya. Mimpi Edison tak pernah kesampaian.
4. Film Frankenstein (1910)
Pada 1891 Edison mematenkan kamera film pertama yang dinamakan Kinematograph. Pada 1910, perusahaannya, Edison Manufacturing Company Studio, membuat film Frankenstein , sebuah film yang ia adaptasi dari novel horor klasik karya Mary Shelley.
5. Telepon untuk Arwah (1920)
Temuan ini adalah salah satu subyek yang masih terus diperdebatkan. Edison sempat memberitahukan kepada beberapa media tentang upayanya untuk menemukan cara untuk menelepon orang yang telah meninggal dunia.
Pada 1921 ia mengklarifikasi hal itu dengan mengatakan kepada New York Times, bahwa penemuannya itu bisa mendeteksi unit kehidupan yang di antara yang mati. Namun, banyak yang mengatakan bahwa Edison gagal total dalam upayanya kali ini. Bila alat ini sudah berhasil ditemukan, mungkin saja yang akan ditelepon paling dulu adalah arwah Edison sendiri.
Ilmuwan Buat Bahan Bakar Diesel Langsung dari Matahari
Menggunakan teknologi yang dinamakan Helioculture, tim Joule mengubah cahaya matahari dan sisa pembakaran CO2 langsung menjadi bahan bakar berwujud cairan.
Ini dilakukan tanpa melibatkan proses dua tahap menggunakan cahaya matahari untuk menumbuhkan tanaman yang baru setelah itu diolah untuk menjadi bahan bakar.
"Kami menyalurkan fotosintesis yang merupakan proses pengambilan energi paling produktif di dunia, pada tingkat efisiensi yang sebelumnya diperkirakan tidak dapat dicapai," kata President dan CEO Joule Bill Sims, dikutip detikINET dari TG Daily, Selasa (1/3/2011).
Dia juga menyebutkan, pada waktu yang sama, proses ini menghilangkan ketergantungan pada biomass, produksi biofuel serta biaya pengolahan yang menyertainya.
Temuan yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Photosynthesis Research ini, memaparkan bahwa penemuan Joule dapat menghasilkan 15.000 galon bahan bakar diesel per tahun. Ini lebih banyak dibandingkan 3.000 galon biodiesel yang dihasilkan secara tidak langsung dari tanaman ganggang.
"Kami telah menunjukkan bahwa proses fotosintesis adalah cara unggul untuk mendapatkan bahan bakar yang bisa diperbaharui secara langsung pada volume dan biaya yang dibutuhkan untuk menggantikan bahan bakar fosil," kata Dan Robertson selaku Senior Vice President Biological Sciences di Joule.
Matahari Lontarkan Lidah Api Terbesar ke Bumi
Badai Matahari itu juga memancarkan sinar radiasi yang akan menghantam Bumi. Kini awan raksasa yang mengandung partikel tersebut sedang mengarah ke arah planet kita.
Umumnya, Coronal Mass Ejection (CME), sebutan untuk fenomena tersebut, membutuhkan waktu 24 jam atau lebih untuk tiba di Bumi. Efeknya, radiasi itu memicu munculnya aurora borealis, atau Cahaya Utara di garis lintang atas dan kadang muncul hingga di kawasan utara Amerika Serikat.
Dari pengamatan, letusan dahsyat tersebut tercatat mencapai Class X2.2 dalam skala lidah api Matahari. Ia merupakan lidah api kelas X pertama yang hadir di aktivitas siklus Matahari yang dimulai pada tahun lalu.
Sebagai informasi, kini Matahari sedang menuju ke solar maximum atau titik di mana aktivitas di permukaan matahari sedang mencapai puncaknya, yang diperkirakan akan terjadi pada 2013 mendatang.
“Lidah api itu merupakan yang terbesar sejak 6 Desember 2006,” kata Phil Chamberlin, Deputy Project Scientist, Solar Dynamics Observatory NASA, seperti dikutip dari Space, 16 Februari 2011. “Sebelumnya muncul petunjuk bahwa akan ada peluang munculnya lidah api yang sedang sampai besar (kelas M atau lebih), namun kami terkejut saat mengetahui bahwa lidah api yang dilontarkan merupakan kelas X yang lebih besar,” ucapnya.
Lidah api kelas X merupakan tipe lidah api yang paling kuat yang bisa dilontarkan Matahari. Ada dua kategori lain di bawahnya yakni kelas M yang memiliki kekuatan medium namun cukup bertenaga, dan kelas C yang merupakan lontaran radiasi yang paling lemah.
Lontaran lidah api sebesar itu akan memancarkan sinar X, radiasi ultraviolet dosis tinggi serta menghembuskan angin Matahari ke arah Bumi.
Setibanya di Bumi, elektron dan proton dari angin Matahari akan bersinggungan dengan medan magnet dan mengarahkannya ke kutub magnetik planet ini. Gangguan tersebut dapat menghadirkan badai geomagnetik di medan magnet planet Bumi.
“Badai geomagnetik berpotensi terjadi setelah 36 hingga 48 jam setelah CME tiba di Bumi,” ucap Chamberlin.
Berapa Lama Umur Matahari?
Seperti dikutip dari Life’s Little Mysteries, 10 Februari 2011, bintang memulai hidupnya sebagai awan padat yang terdiri dari gas dan debu. Setelah bintang terbentuk, ia membakar hidrogen menjadi helium.
Setelah hidrogen mulai habis terbakar, tahap pembakaran berikutnya mulai berlangsung yakni pembakaran helium menjadi elemen yang lebih berat.
Jika bintang memiliki ukuran yang tidak terlalu besar, atau hanya beberapa kali lipat ukuran Matahari, bintang tersebut lama-kelamaan akan menjadi bintang putih kerdil atau biasa disebutwhite dwarf.
Jika bintang tersebut memiliki ukuran jauh lebih besar, pertama-tama ia akan meledak ke dalam, lalu meledak kembali ke luar dalam sebuah ledakan supernova. Lalu, bagaimana dengan Matahari kita?
Menggunakan teknik pemodelan komputer yang disebut Stellar Evolution and Nucleocosmochronology, Matahari yang juga merupakan sebuah bintang sama seperti bintang lainnya, sudah berusia 4,57 miliar tahun. Saat ini, ia sudah menjalankan sekitar separuh hidupnya di mana saat ini, reaksi fusi nuklir di inti Matahari mengubah hidrogen menjadi helium.
Berhubung Matahari tidak memiliki massa yang cukup untuk meledak seperti sebuah supernova, dalam tempo 5 miliar tahun ke depan, saat hidrogen miliknya habis, ia akan menjadi bintang merah raksasa lalu kemudian akan menciut. (hs)
Teknologi Masa Depan
Para ahli memprediksikan sedikitnya ada delapan bidang kajian ilmu pengetahuan dan teknologi baru yang bakal mengubah “wajah” dunia dalam waktu dekat.
Berikut ini prediksi para ahli tersebut, seperti disarikan dari situs http://www.business2.com.
1. Komputer Biointeractive Materials
Komputer yang bakal hadir nanti dari generasi Biointeractive Materials (bahan biointeraktif). Ide besarnya adalah sensor berteknologi tinggi untuk living system (sistem yang berkehidupan). Adapun tantangannya adalah mengemban satu mekanisme kontrol yang aman dan efektif.
Sensor biologi ini akan menjadi alat berukuran sangat kecil yang bisa ditempatkan di jaringan tubuh manusia, hewan atau tanaman. Sensor ini berfungsi memantau kesehatan dan bahkan ambil tindakan untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada di lokasi dia ditempatkan. Bahan biointeratif juga bisa dimanfaatkan di dalam tubuh. Sejumlah perusahaan kini tengah bersiap meluncurkan uji klinis terhadap struktur kristal berskala nanometer (sepermiliar) yang membentuk tulang sintetis.
Kini sejumlah materi biointeraktif sudah berhasil dibuat. Smartshrirt, misalnya, produksi Sensatex yang berbasis di New York mengintergrasikan biosensor ke dalam kaos oblong untuk memantau tanda penting seperti detak jantung, suhu badan dan mentransfer data ke sebuah laptop melalui sebuah pemancar nirkabel (wireless transceiver). Bahkan di bidang militer, para ilmuwan di MIT (Massachusetts International of Technology) mengembangkan satu pakaian tempur (battle suit) yang bisa mengubah warna untuk menciptakan kamuflase saat terbang atau menandai sasaran, agar terhindar dari serangan senjata kimia dan senjata biologi.
2. Biofuel Production Plants
Kondisi bahan bakar yang berasal dari fosil kini semakin menipis dan dikhawatirkan akan segera habis. Untuk mengantisipasi ini, para ahli akan menggantikannya dengan bahan bakar yang diproduksi tanaman (Biofuel Production Plants). Ide besarnya yaitu menggantikan minyak dengan bahan bakar yang diproduksi dengan tanaman yang direkayasa secara genetik. Sementara tantangannya, meningkatkan hasil tanaman bahan bakar bio (biofuel corps), mengendalikan lingkungan demi terdukungnya pertanian biofuel, dan merenovasi infrastruktur bahan bakar fosil.
Apalagi unsur kimia seperti ethanol, methanol, biodiesel dan sejumlah bahan bakar lainnya yang terbuat dari hasil pertanian dapat menurunkan emisi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar. Kini kebanyakan kadar ethanol biofuel masih rendah. Bahan bakar ini dapat diperoleh dari gula yang tersimpan dalam jagung. Demikian pula methanol yang dalam proses produksinya memerlukan banyak energi yang hampir setara dengan saat dia dimanfaatkan dengan dibakar.
Namun diakui, tanaman yang banyak menghasilkan biofuel diperkirakan masih akan mengakibatkan bahaya baru Tanaman yang direkayasa secara genetik bisa lepas ke alam dan berkembang biak menjadi semak pengganggu yang sulit diberantas. Pengembangan biofuel secara besar-besaran juga bisa merusak sumberdaya alam lain, misalnya lapisan tanah penahan air. Karena itu, perang mencari sumber minyak saat ini bisa menjadi perang air di masa mendatang.
3. Bionic
Perkembangan teknologi lain, yakni memperbaiki struktur dan kekuatan tubuh manusia lewat Bionic (teknologi bionik). Dalam hal ini, ide besarnya membuat sistem artifisial (buatan) untuk menggantikan bagian tubuh yang rusak, cacat atau hilang. Ada pun tujuannya untuk menemukan pemasok daya yang lebih kecil dan lebih tahan lama serta membuat chip mikro yang bisa diintegrasikan dengan jaringan tubuh secara aman.
Piranti bionik generasi pertama yang telah dapat memperbaiki dan menyelamatkan kehidupan puluhan ribu orang, seperti alat pacu jantung, defibrillator implant, dan alat bantu pendengaran. Sedangkan piranti bionik generasi lanjut akan menciptakan tungkai tiruan yang canggih (sophisticated prosthetic limbs) dan bahkan sejumlah organ tubuh buatan.
Untuk lengan bionik, misalnya, akan dibuat dengan plastik elektrokondusif yang fleksibel yang bisa menerima perintah langsung dari otak. Bahkan di University of New Mexico, para peneliti kini telah merakit satu rangka dengan otot berbahan polimer yang membuatnya mampu mengayuh sepeda. Advanced Bionic dua tahun mendatang akan meluncurkan alat bantu pendengaran yang bisa dicangkokkan dan pengisian baterai melalui kulit.
4. Cognitronics
Pada masa depan, otak manusia akan dikembangkan sebagai interface (antarmuka) lewat teknologi kognitronik (Cognitronics), yang tujuannya melakukan telekinesis (menggerakkan benda dari jarak jauh) dengan bantuan komputer. Dalam hal ini di maksudkan, bagaimana mengembangkan antarmuka yang dapat diandalkan, sehingga dapat dibawa-bawa (removable) antara kompuler dan otak. Kognitronik mungkin kurang familiar. Namun, teknologi ini merupakan salah satu bahan kajian fiksi ilmiah yang bukan mustahil bisa direalisasikan.
Bahkan, alat itu bisa mengkonversi sinyal listrik otak menjadi perintah yang bisa menggerakan kursor komputer. Inilah aplikasi pertama kognitronik yang memungkinkan pasien cacat memperoleh lagi kemampuan dasarnya. Dengan teknologi sensor yang makin canggih, maka telekinesis yang dilengkapi perangkat komputer akan mungkin terwujud. Karena itu, suatu saat kita dapat menghidupkan dan mematikan lampu, menyalakan TV atau mengendarai mobil, cukup dengan berpikir tentang langkah yang harus diambil untuk melakukannya.
5. Genotyping
Struktur DNA menjadi hal yang sangat pribadi lewat teknologi Genotyping untuk mengelompokkan orang berdasarkan aspek genetikanya. Hai ini dimaksudkan untuk memetakan dengan sebaik-baiknya urutan genom manusia dan satu demi satu secara tepat. Genotyping ini menggambarkan hubungan antara DNA, sumber kode genetik manusia, dan berbagai hal khusus yang membuat manusia sebagai makhluk unik. Genom dasar yang merupakan satu cetak biru DNA yang dimiliki semua manusia, telah. dipetakan. Alasannya untuk mengetahui setepatnya apa yang dilakukan masing-masing gen.
Kini, para peneliti tengah berupaya mengisolasi gen per gen yang memainkan peran dalam menentukan sifat-sifat fisik, daya tahan dan ketahanan terhadap satu penyakit. Dalam hal ini masih banyak masalah yang harus dicari solusinya, misalkan aturan penggunaan yang adil untuk mengungkap informasi genetik atau siapa yang akan punya akses pada hasil itu.
6. Combinatorial Science
Adalah upaya mengoptimalkan hasil penelitian dan pengembangan dengan mewujudkan ilmu pengetahuan gabungan atau Combinatorial Science. Hal ini dimaksudkan untuk menggabungkan kekuatan analisis statistik dan kemampuan kalkulasi masif dalam upaya memperpendek waktu penelitian. Selain itu, bagaimana upaya mengembangkan piranti yang bisa mengelola jumlah kandungan data yang sangat besar.
Sebenarnya, teknologi Combinatorial Science ini mungkin lebih kepada penemuan sebuah metode ilmiah baru daripada sebuah disiplin ilmu. Pengetahuan gabungan ini akan mengubah ilmu pengetahuan konvensional ke depan, sehingga daripada menggunakan hipotesa untuk menguji beberapa teori, komputer super akan melahirkan sejumlah kemungkinan pemecahan acak.
7. Molecular Manufacturing
Pada masa depan, penyediaan barang seketika sesuai permintaan lewat teknologi Molecular Manufacturing (pabrikasi molekul) bakal muncul pula ide besar untuk membangun struktur kompleks, atom demi atom. Hal ini dimaksudkan untuk menemukan sejumlah mesin molekuler yang dapat memanipulasi atom seperti balok-balok Lego. Sebenarnya, cita-cita membuat molekul sama tuanya dengan ilmu kimia, yakni bagaimana membangun segala sesuatu dari unsur yang sangat dasar.
Sejumlah peneliti percaya, bahwa cara terbaik memulai pembuatan molekul adalah dengan menembangkan assembler (alat perakit) yang bisa memproduksi tiruannya sendiri. Robot militer super kecil ini kemudian akan mulai merakit atom menjadi materi yang dimungkinkan oleh hukum fisika. Walaupun para ilmuwan telah memposisikan masing-masing atom pada satu permukaan tetapi tidak seorang pun yang mampu untuk mendekati perakitannya. Namun, struktur carbon nanotubes yang merupakan sintesa dari soot (jelaga), saat ini menunjukkan tanda-tanda menggembirakan terhadap impian untuk membuat molekul. Buktinya, ketebalan dindingnya yang hanya 10 kali diameter atom, bisa menjadi materi asal yang 50 - 100 kali lebih kuat daripada baja.
8. Quantum Nucleonic
Terakhir adalah memanen energi nuklir dengan teknologi Quantum Nucleonic (nukleonik kuantum),yang merupakan upaya mendapatkan sumber energi nuklir yang bisa dibawa-bawa, aman dan tidak menyebabkan polusi. Ini dimaksudkan menggunakan kekuatan nukleonik kuantum di luar laboratorium. Teknik ini mencari cara bagaimana memanen energi dari inti atom, yang merupakan struktur di dalam atom yang paling besar gaya elektromagnetiknya, tanpa mengakibatkan penggabungan atau pembelahan (fission or fusion) atom.
Bila bisa dilakukan secara sempurna, teknologi ini bisa menyediakan sumber daya yang besar, tetapi tidak meninggalkan radiasi residual. Dalam uji nukleonik kuantum, selembar hafnium, satu unsur materi yang sangat langka dan mahal, dipompa dengan energi dan dibombardir dengan partikel sinar X. Atom hafnium kemudian mengeluarkan pulsa energi yang memperkuat kekuatan sinar X secara eksponensial.
(dikutip dari LB)
Menghemat BBM dengan "Gas Brown"
ELONJAKNYA harga minyak bumi yang cadangannya pun terus menyusut mendorong pencarian sumber energi alternatif. Salah satunya adalah air, yang begitu melimpah di muka bumi ini. Bahan bakar dari air—disebut gas Brown—ketika dialirkan dalam mesin kendaraan bermotor bisa menghemat bahan bakar minyak hingga 59 persen.
Gas Brown yang dinamakan sesuai dengan penemunya, Yull Brown, yang berkebangsaan Australia, sesungguhnya adalah campuran gas hidrogen-hidrogen-oksigen yang dihasilkan dari sistem elektrolisa atau pengurai cairan. Dalam tabung elektrolisa itu dipasang kumparan magnetik untuk memecahkan campuran air destilasi dan soda kue hingga menjadi campuran gas hidrogen-hidrogen-oksigen (HHO). Hidrogen bersifat eksplosif dan oksigen yang mendukung pembakaran.
Gas HHO ini dalam tabung elektrolisa yang dialirkan lewat selang masuk ke ruang bakar mesin dan akan bercampur dengan gas hidrokarbon dari BBM. Dengan cara ini BBM dapat dihemat dalam tingkat yang signifikan.
Poempida Hidayatullah dan Futung Mustari, perekayasa sistem yang telah dikembangkan empat tahun lalu itu, menguji cobanya pada 30 kendaraan bermotor roda empat dari berbagai jenis, baik yang berbahan bakar bensin maupun solar. Hasilnya, BBM yang ada dapat mencapai rasio jarak tempuh rata-rata 1:25 kilometer. Penghematan BBM- nya hingga 59 persen.
Salah satu uji coba adalah touring kendaraan roda empat Jakarta-Cikarang yang menempuh jarak 112 kilometer, Sabtu (14/6). Untuk jarak itu, konsumsi BBM tidak lebih dari 5 liter.
Seperti dilaporkan dalam buku mereka, Rahasia Bahan Bakar Air, uji coba pada Toyota Avanza, Mei lalu, menunjukkan efisiensi bahan bakar bisa sampai 40 persen atau 1 liter untuk 18 kilometer. Pada Mitsubishi L300 penghematannya sampai 94 persen atau dengan 1 liter bisa mencapai 23,3 kilometer.
Soda kue
Bila Poempida-Futung menghasilkan bahan bakar air (BBA) dengan mengelektrolisa larutan campuran air destilasi dan soda kue, Djoko Sutrisno menggunakan kalium hidroksida (KOH). Dibandingkan dengan KOH, menurut Poempida, soda kue lebih mudah didapat, ramah lingkungan, dan lebih murah.
Rekayasa yang dihasilkan Djoko ini dapat mencapai efisiensi sampai 80 persen. Teknisi bengkel kendaraan dari Yogyakarta ini menemukan metode tersebut pada tahun 2005.
Djoko menjelaskan proses elektrolisa menggunakan prinsip ledakan hidrogen yang terpantik api dari busi untuk menambah energi hasil pembakaran BBM pada kendaraan. Di dalam tabung plastik dengan volume setengah liter diisi air suling dicampur garam atau KOH. Kemudian, tabung elektroda itu dilengkapi penghubung kabel yang dilengkapi lampu indikator dan dioda penyearah untuk mendapatkan arus listrik dari aki sebagai proses elektrolisa, yaitu proses memisahkan hidrogen dan oksigen dari air.
”Hidrogen yang membentuk gelembung udara lalu disalurkan ke manipol dan bercampur dengan bensin yang sudah dikabutkan oleh karburator menuju ruang pembakaran,” ujarnya.
Pembakaran yang terjadi dengan tambahan gas hidrogen ini ternyata makin kuat, yang berdampak pada penghematan BBM. Djoko pada kesempatan itu juga membuktikan adanya ledakan hidrogen dengan cara mengaliri tabung berisi air dan kalium hidroksida untuk menghasilkan hidrogen.
Gas hidrogennya lalu dimasukkan ke larutan air sabun supaya membentuk gelembung udara yang berisi hidrogen. Saat gelembung itu disulut dengan api, ledakan cukup keras terjadi.
Sosialisasi
Saat ini, Poempida-Futung dan Djoko giat mendorong masyarakat agar menerapkan karya mereka untuk mengatasi tingginya harga BBM dan menekan pencemaran gas rumah kaca.
Dalam rangka menyosialisasi temuannya, pada bukunya Poempida-Futung juga menyisipkan VCD tentang cara pembuatan alat elektrolisa tersebut.
”Saya tidak ingin mematenkan rancangan ini, tetapi mendorong banyak orang supaya mengaplikasikannya,” ujar Djoko. Hal yang sama juga dikemukakan Poempida karena Brown energy merupakan ilmu yang telah menjadi public domain atau dapat diakses di beberapa situs web, antara lain waterbooster.com. Kedua perekayasa ini sendiri juga membuka situs bahanbakarair.com. Sistem yang sama, menurut Poempida, juga mulai dikembangkan di AS dan Eropa sejak tahun 2006.
Dalam pengembangan aplikasi sistem elektrolisa itu, Poempida mengatakan siap memberikan pelatihan kepada tenaga mekanik di bengkel dalam pemasangannya.
Sementara itu, selama sebulan terakhir ini, rata-rata dalam sehari di rumah Djoko di Yogyakarta dilakukan pemasangan alat tersebut pada 25 mobil dan sekitar 50 motor.
Menurut Djoko, biaya untuk membuat rangkaian penghemat BBM yang dibutuhkan untuk pembelian tabung plastik, elektroda, dioda, lampu, dan kabel hanya mencapai puluhan ribu rupiah. Harga KOH yang hanya dibutuhkan tiga gram per liter air juga relatif murah, Rp 30.000 per kilogram.
BBA yang Membahayakan
Penemuan teknologi BBA ini sebenarnya telah berusia 90 tahun. Namun, karena alasan bisnis, hasil temuan ini dihilangkan, bukan hanya temuannya, tetapi juga penelitinya. Nasib tragis dialami Nicola Tesla yang dipenjara dan dihukum mati tahun 1943 dan Stanley Meyer dari AS yang terbunuh tahun 1998.
Upaya pembuatan bahan bakar air (watercar) sebenarnya telah dirintis lebih dari dua abad, tepatnya tahun 1805, oleh Isaac de Rivaz yang berkebangsaan Swiss. Ia orang pertama yang menggunakan hidrogen yang dihasilkan dari elektrolisa sebagai bahan bakar mesin dengan pembakaran internal. Namun, rancangannya belum memuaskan.
Setelah itu, tersebutlah beberapa nama peneliti yang melanjutkan upaya itu, antara lain Luther Wattles dan Rudolf A Erren.
Kemudian, Yull Brown, warga Sydney, Australia, pada tahun 1974 berhasil membuat BBA untuk menggerakkan mesin. (kompas)
Material Pintar, Kalau Dipukul Mengeras
Material yang dikembangkan para peneliti di Case Western University, AS itu memang menjiplak kulit teripang atau ketimun laut. Mereka terinspirasi fakta bahwa ketimun laut memiliki kemampuan tersebut karena kulitnya mengandung serat selulosa yang sangat baik.
Saat diberi tekanan dari luar, sel-sel di sekitarnya akan membentuk molekul yang akan mengikat serat tersebut dengan sangat kuat. Alhasil, kulitnya menjadi kaku dan lebih sulit ditembus. Dalam kondisi normal, sel-sel tersebut membentuk protein yang bersifat fleksibel sehingga tubuh ketimun laut dapat melalui celah-celah batuan karang.
Untuk meniru kemampuan tersebut, para peneliti mengisolasi jaringan serat selulosa di kulit tubuh ketimun laut. Serat tersebut kemudian dikombinasikan campuran polimer yang kenyal.
Bentuk polimer baru menjadi seperti jaring tiga dimensi dengan serat-serat nano yang membentuk lapisan-lapisan saling tindih. Saat lapisan-lapisan tersebut ditarik, polimer akan menegang.
Para peneliti berharap material seperti itu dapat dipakai untuk berbagai keperluan. Selain untuk lapisan pengaman luar tubuh, suatu saat mungkin dapat dipakai sebagai pengganti logam pada elektroda-elektroda alat elektronika yang dipasang di dalam tubuh pasien.(kompas.com)
Biomassa Sebagai Sumber Energi Terbarukan
Apa yang sebenarnya dimaksud dengan biomassa? Dalam sektor energi, biomassa merujuk pada bahan biologis yang hidup atau baru mati yang dapat digunakan sebagai sumber bahan bakar.
Biomassa dapat digunakan secara langsung maupun tidak langsung. Dalam penggunaan tidak langsung, biomassa diolah menjadi bahan bakar. Contohnya, kelapa sawit yang diolah terlebih dahulu menjadi biodiesel untuk kemudian digunakan sebagai bahan bakar.




Sebelum mengenal bahan bakar fossil, manusia sudah menggunakan biomassa sebagai sumber energi. Misalnya dengan memakai kayu atau kotoran hewan untuk menyalakan api unggun. Sejak manusia beralih pada minyak, gas bumi atau batu bara untuk menghasilkan tenaga, penggunaan biomassa tergeser dari kehidupan manusia. Namun, persediaan bahan bakar fossil sangat terbatas. Para ilmuwan memperkirakan dalam hitungan tahun persediaan minyak dunia akan terkuras habis. Karena itu penggunaan sumber energi alternatif kini digiatkan, termasuk di antaranya penggunaan biomassa.
Biomassa dari Bahan Baku Pangan
Gandum, tebu dan jagung adalah contoh bahan pangan yang juga dapat diolah menjadi energi dari biomassa. Energi tersebut tergolong energi ramah lingkungan yang bahan dasarnya disediakan alam. Namun, penggunaan energi dari biomassa kadang membawa dampak sampingan yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah naiknya harga bahan baku pangan.
Penyebabnya macam-macam. Di Jerman misalnya, produksi listrik biomassa mendapat subsidi pemerintah kata ahli biologi Dr. Andre Baumann:
“Ini memicu persaingan antar petani yang menanam gandum untuk pangan dan petani biomassa. Selama ini, produsen gandum untuk biomassa mendapat keuntungan lebih besar daripada petani biasa. Baru belakangan ini, dengan naiknya harga untuk susu dan gandum, petani biasa dapat bersaing dengan petani biomassa. Produsen biogas tak lagi dapat membeli bahan dasar gandum dengan harga murah seperti dalam lima tahun terakhir.“
Di Jerman, 100 kilogram gandum menghasilkan energi biomassa seharga 25 Euro. Tapi bila gandum tersebut dijual sebagai bahan baku pangan, harganya hanya 18 Euro. Kini di sejumlah negara muncul kekuatiran bahwa para petani bahan pangan beralih ke produksi tanaman untuk biomassa. Padahal, produksi bahan pangan saat ini saja belum mencukupi untuk menutup kebutuhan pangan dunia.
Dampak Lingkungan
Dampak lain penanaman produk pertanian untuk biomassa adalah kerusakan pada alam. Andre Baumann yang menjabat ketua Organisasi Lingkungan Hidup Jerman NABU menegaskan produksi tanaman untuk biomassa harus memenuhi standar amdal:
Biomassa sudah digunakan selama ratusan tahun. Tapi dulu produk biomassa tidak diangkut dengan truk atau pesawat sampai tempat tujuan. Sekam gandum atau sisa tanaman lainnya digunakan di pertanian yang sama sehingga membentuk lingkaran yang tertutup. Tapi sekarang, manusia memakai truk dan kapal laut untuk mengangkut kelapa sawit dari kawasan tropis ke Eropa, ini menyebabkan siklus penggunaan biomassa tidak lagi tertutup.
Dampak produksi tanaman untuk biomassa juga mulai dirasakan di kawasan lain dunia. Contohnya di Benua Hitam Afrika. Pakar lingkungan dari Institut Pertanian untuk Kawasan Tropis dan Subtropis Universitas Hohenheim Joachim Sauberborn menjelaskan „Di Afrika sumber daya alam yang dapat diperbarui luas digunakan. Banyak warga masih memakai kayu untuk memasak. Namun, dampak negatifnya adalah kerusakan kawasan hutan karena penebangan yang tidak terkontrol. Hilangnya vegetasi hutan menyebabkan pengikisan lapisan tanah yang subur. Akibatnya, lahan pertanian pun makin berkurang.“
Untuk mendapatkan lahan pertanian baru, penduduk Afrika membuka hutan. Akibatnya siklus kerusakan alam terus berlanjut. Penebangan pohon-pohon untuk lahan pertanian menyebabkan karbondioksida dilepaskan ke udara. Padahal karbondioksida atau CO2 adalah salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan global.
Sistem Pertanian Berkelanjutan
Karena itu, pakar biologi Andre Baumann menyarankan agar petani menggunakan sistem pertanian yang berkelanjutan: „Istilah ini sebenarnya berasal dari sektor perhutanan. Maksudnya, penebangan kayu disesuaikan dengan regenerasi hutan, jadi jumlah pohon yang ditebang sesuai dengan pohon baru yang ditanam. Dalam seratus tahun terakhir, sistem pertanian berubah karena globalisasi. Negara industri mengimpor bahan pangan dan produk pertanian dari negara berkembang. Akibatnya muncul masalah lingungkan baik di negara berkembang maupuan industri.
Andre Baumann memberikan salah satu contoh. 12,5 persen lahan pertanian yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan Jerman berada di luar negeri. Produk pangan yang diimpor, mulai dari buah-buahan sampai makanan ternak menghasilkan ampas dalam jumlah besar yang tidak dapat diolah oleh sistem daur ulang Jerman. Kerusakan alam juga terjadi bila produk pertanian tersebut berasal dari lahan yang dulunya adalah hutan. Belum lagi dengan emisi karbondioksida yang dihasilkan saat produk tersebut ditranspor dari negara asalnya ke Jerman.
Misalnya, biodiesel dari kelapa sawit. Selain tersedia dalam jumlah banyak, dapat diperbarui dan menghasilkan energi yang ramah lingkungan, penggunaan biodiesel dari kelapa sawit dapat meningkatkan efisiensi pembakaran mesin, termasuk mesin kendaraan bermotor. Biodiesel jenis ini mempunyai kandungan asetan tinggi, bebas dari sulfur dan mampu dioperasikan di musim dingin, bahkan saat suhu mencapai minus 20 derajat Celcius sekalipun, sehingga cocok digunakan di Jerman.
Namun, pakar biologi Andre Baumann memperingatkan jangan sampai kebutuhan energi di Jerman merusak alam di negara produsen biomassa tersebut.
Pemerintah menggunakan uang pajak rakyat untuk memberi subsidi pada produk biomassa. Padahal produk itu menyebabkan rusaknya hutan tropis di bagian lain dunia. Misalnya, kelapa sawit yang berasal dari perkebunan yang sebelumnya merupakan hutan. Produk tersebut harus ditranspor ribuan kilometer ke Jerman. Di sini, kelapa sawit diolah menjadi biogas dan ampasnya digunakan sebagai pupuk. Ini sama sekali bukan sistem pertanian berkelanjutan. Sistem ini tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara sosial maupun ekologis.“
Masa Depan Biomassa Sebagai Bahan Bakar
Lalu bagaimana masa depan penggunaan energi dari biomassa? Saat ini, bioenergi hanya memegang pangsa 13 persen dari keseluruhan sumber energi dunia. Menurut pakar biologi Andre Baumann kunci untuk meningkatkan efisiensi energi bukan dengan memperluas produksi tanaman untuk biomassa. Sebaliknya, penggunaan energi keseluruhanlah yang perlu dikurangi.
Sumber: Deutsche Welle - Germany